Minggu, 03 Mei 2015

nenek ku pahlawan hidupkku

sebut saja namaku putra .
aku terlahir dari kluarga yang sederhana.
awal dari perjalanan ku sejak aku menduduki bangku sekolah dasar.
disitu aku mengerti arti ksombongan dan ke fakiran kepada semua teman dan keluarga ku
karna aku memiliki semua yang aku butuh kan. aku tak pernah mengenal arti kebersamaan dan sahabat.
seiring berjalannya waktu tuhan berikan cobaan yang sangat pahit di hidup ku ,seperti kiamat kecil dan seperti tersambar petir di siang bolong
saat aku mendengar perceraian kedua orang tua ku.
awal nya aku tak percaya dan ku fikir ini hanya kebohongan belaka  agar aku bia merubah sikap dan sifat ku dengan semua orang.
tapi ini emang sungguh kenyataan  .
aku bertanya kepada ibu ku.

"bu apa ibu ingin berpisah dengan ayah bu"

aku tak tau apa yang salah dari kata-kata ku sehingga aku melihat butir demi butir air mata ibu ku berjatuhan.
aku kembali bertanya

"bu  jawab apa ibu ingin berpisah dengan ayah jawab bu, jangan diam aja."

ibu ku hanya menjawab

" putra kamu masih kecil dan gak akan pernah mengerti semua ini ,hidup bukan untuk mempertahankan yang tidak  pernah mempertahan kan.hidup itu tentang pilihan untuk mempertahan kan atau melepaskan .kelak setelah kamu mengerti semuanya tentang perpisahan atau kebersamaan ibu harap kamu bisa menjaga dan membahagiakannya bukan malah sebaliknya"

aku kembali bertanya
" bu kenapa ibu minta berpisah padahal selama ini ayah selalu baik sama ibu dan selalu sayank sama kami"

"anak ku .kamu tau apa tentang semua ini. ibu menghargai kalian ,ibu cuma gak mau kalian tau tentang hancurnya hati dan air mata yang terbuang karna sifat dan sikap ayah mu. ibu diam dan menyembunyikan tangisan ibu di depan kalian.  agar kalian tak pernah membenci ayah kalian .tapi ibu juga manusia ibu punya hati dan punya perasaan. sebagai seorang ibu aku selalu tersenyum di depan kalian agar kalian tetap fokus dalam belajar dan tak pernah terganggu atas tindakan ayah mu anak ku"

semejak perpisahan itu aku seperti ombak yang marah di tengah lautan yang hanya menunggu angin membawaku kemana yang ia suka.
angin itu pun hadir dan membawaku kedalam arti   tanggung jawab tentang kehidupan.
ialah nenek ku.
di usia nya yang sudah tua ia ingin membesarkan kami dan membuat kami mengerti arti hidup.
ibu ku tak sedikit pun mencegahnya ia malah merelakan kami di besarkan oleh nenek ku.
dan ibu ku pun pergi entah kemana .
aku belajar untuk hidup yang sangat jauh berbeda dari hidup ku sebelumnya.
aku seakan sedang bermimpi ,semua terjadi begitu saja tanpa ku sadari ini awal dari kehidupan yang sebenarnya.

aku mulai belajar mandiri dan hidup berdiri kari.
untuk tetap melanjutkan sekolah ku, agar aku bisa membuat ibuku bangga dan nenek ku bahagia.

#bersambung......